PROPOSAL
USAHA
RAK
SEPATU MULTIFUNGSI

Disusun
oleh:
Nama :
Asep Septiawan
NPM :
36417757
Kelas :
4ID11
Mata Kuliah :
Kewirausahaan
Dosen :
Endang Setyaningsih, SE., MM.
JURUSAN
TEKNIK INDSUTRI
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
TANGERANG
2021
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan zaman membuat banyak orang menuntut hal-hal
yang inovatif, termasuk pada benda atau barang. Beberapa produk yang sudah
beredar di pasaran tidak dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen,
sehingga menyebabkan munculnya tuntuan-tuntutan tertentu dari konsumen. Perusahaan harus pintar melihat peluang ini
agar bisa memenuhi permintaan atau keinginan konsumen tersebut, sehingga produk
yang dipasarkan nantinya dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Untuk
memenuhi keinginan konsumen tersebut perusahaan bisa mengembangkan produk yang
sudah ada atau membuat produk baru.
Produk yang akan dibuat perusahaan bukanlah produk yang
baru melinkan produk yang sudah ada tetapi hanya saja diberikan fitur tambahan
agarmemebedakanya dengan produk yang sudah banyak dipasaran.produk yang dipilih
adalah produk rak sepatu, pemilihan produk tersebut karena prodk
tersebutmerupakan produk yang sering digunakan sehari-hari. Fitur tambahan yang
akan diberikan pada produk rak sepatu adalah berupa tempat duduk dan tempat
penyimpanan peyung, kaos kaki dan juga semir.
1.2
Visi
Visi merupakan gambaran besar, tujuan utama dan cita-cita
suatu perusahaan, instansi, pribadi atau organisasi di masa depan. Visi dari
perusahaan ini adalah menjadi usaha industri iurniture yang profesional dan
menghasilkan produk Furniture berkualitas.
1.3
Misi
Misi adalah tujuan utama. Maka dapat disimpulkan bahwa misi adalah suatu
proses atau tahapan yang dapat dilalui oleh suatu lembaga atau organisasi
dengan tujuan bisa mencapai visi tersebut. Misi dari perusahaan adalah sebagai
berikut:
1.
Melakukan Proses Pekerjaan sesuai Prosedur dan Aturan
2.
Menyelesaikan Pekerjaan atau Pesanan Konsumen Tepat Waktu
3.
Bekerja dengan Memperhatikan Standar Keamanan Karyawan
4.
Menghasilkan Produk Furniture Berkualitas
5.
Menggunakan Bahan Baku Furniture Berkualitas
BAB II
PERENCANAAN USAHA
2.1
Deskripsi Produk
Rak sepatu merupakan sebuah produk yang digunakan untuk menyimpan sepatu
yang sudah dipakai atau belum dipakai, biasanya memiliki ukuran yang
beragammulai dari yang kecil sampai yang besar. Pproduk ini biasanya terbuat
dari kayu maupun plastik tergantung dari harga yang ditawarkan. Produk rak
sepatu multifungsi merupakan produk rak sepatu yang memiliki fungsi tambahan
selain untuk menyimpan sepatu produk ini juga dapat digunakan untuk fungsi yang
lain. Fitur tambahan yang ada pada produk ini dapat digunakan untuk menyimpan
payung, kaos kaki, semir dan juga tempat duduk. Bahan baku produk rak sepatu
multifungsi ini adalah kayu jati belanda.
2.2
Strategi Pasar
Strategi pasar dilakukan agar penjualan dapat sesuai atau
melebihi target. Strategi yang dilakukan adalah mulai dari target pasar dan
segmentasi pasar. Untuk target pasar sendiri perusahaan manrgetkan produk ini
untuk orang-orang yang tinggal di llahan yang tidak begitu luas seperti
kos-kosan maupun kontrakan dan lain sebagainya. Alasan memilih target tersebut
karena produk yang kami buat merupakan produk yang ukuranya tidak begitu besar
sehingga tidak menggunakan banyak tempat tetapi memiliki banyak fungsi selain
fungsi utamanya. Untuk segmentasi pasar sendiri produk ini ditargetkan untuk
kelas menengah kebawah.
2.3
Analisis SWOT
SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan),
Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).
Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama Anda ke
dalam daftar yang terorganisir dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi
yang sederhana.
1.
Strength
Bisnis ini
menghasilkan produk berupa rak sepatu yang memiliki kualitas yang berbeda dari
produk yang ada dipasaran, tentunya lebih berkualitas. Yang membedakan produk
ini dengan produk yang ada dipasaran adalah fitur tambahan yang dimilikinya
yaitu berupa tempat duduk, tempat menyimpan payung, semir dan kaos kaki. Fitur
ini menjadi kekuatan dari produk ini sehingga bisa diunggulkan.
2.
Weakness
Kelemahan dari produk
ini adalah bukan produk yang bisa dirakit sendiri dan perakitanya sendiri
menggunakan paku sehingga bisa dikatakan sebagai rakitan permanen sehingga
tidak bisa untuk dilepas pasang.
3.
Oportunity
Peluang produk cukup
besar karena belum ada produk yang memiliki fitur yang sama, sehingga ada kemungkinan
produk akan diminati. Tetapi produk ini sangat mudah untuk ditiru.
4.
Threat
Banyak jenis rak
sepatu yang beredardipasaran sehingga membuat persaingan semakin besar.
2.4
Bahan Baku
Untuk memproduksi rak sepatu multifungsi dibutuhkan bahan baku, yaitu bahan
baku utama dan bahan baku penolong. Berikut merupakan tabel bahan baku yang dibutuhkan.
1.
Bahan Baku Utama
|
No |
Nama Bahan Baku |
Harga |
Kebutuhan |
Total per bulan |
Total Biaya |
|
1 |
Kayu Jati Belanda |
Rp220,000.00 |
1 |
120 |
Rp26,400,000.00 |
|
Jumlah |
Rp26,400,000.00 |
||||
2.
Bahan Baku Penolong
|
No |
Nama Bahan Baku |
Harga |
Kebutuhan |
total perbulan |
total biaya |
|
1 |
Paku |
Rp200.00 |
34 |
3264 |
Rp652,800.00 |
|
2 |
Engsel |
Rp9,000.00 |
2 |
240 |
Rp2,160,000.00 |
|
3 |
Handle Pintu |
Rp2,500.00 |
1 |
120 |
Rp300,000.00 |
|
4 |
Sekrup |
Rp200.00 |
10 |
1200 |
Rp240,000.00 |
|
5 |
Lem |
Rp4,000.00 |
1 |
120 |
Rp480,000.00 |
|
6 |
Amplas |
Rp1,250.00 |
1 |
120 |
Rp150,000.00 |
|
7 |
Pernis |
Rp14,000.00 |
0.4 |
48 |
Rp672,000.00 |
|
Jumlah |
Rp4,654,800.00 |
||||
BAB III
ANGGARAN BIAYA DAN KEUNTUNGAN
3.1
Biaya Produksi
Biaya produksi adalah total biaya yang dikeluarkan oleh
suatu perusahaan dalam proses produksi yang bertujuan untuk menghasilkan suatu
barang atau produkyang siap dipasarkan.dalam biaya produksi mencakup bebrapa
hal seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja lengsung, biaya overhead
pabrik. Biaya produksi harus cermat dalam memilih supplier agar harga jual produk tidak terlalu mahal, sehingga
harus mencari yang paling rendah sehingga produk yang dijual nanti masih dapat
diterima oleh pelanggan.
Tabel 3.1 Biaya Bahan
Baku Utama Selama Satu bulan
(Sumber: Data Diolah,
2021)
|
No |
Nama Bahan Baku |
Harga |
Kebutuhan |
Total per bulan |
Total Biaya |
|
1 |
Kayu Jati Belanda |
Rp220,000.00 |
1 |
120 |
Rp26,400,000.00 |
|
Jumlah |
Rp26,400,000.00 |
||||
Berdasarkan tabel 3.1 biaya bahan
baku utama, bahan baku yang digunakan unutk membuat rak sepatu multi fungsi.
Kayu ini tergolongkayu yg bagus dan juga memiliki ketahan yang baik. Harga
untuk kayu ini adalah Rp220,000.00, unutk kuran (125 x 125 x 2) cm.dalam sekali
produksi per unithnaya membutuhkan i unit saja , sedangkan dalam satu bulan
produk perusahaan menggunakansebanyak 120 unit, karena target produksi
perbulanya adalah 120 unit. Untuk harga
120 unit harus mengeluarkan biaya sebesar Rp26,400,000.00. Selanjutnya
adalah perhitungan tabel biaya bahan baku tambahan.
Tabel 3.2 Biaya Bahan
Baku penolong Selama Satu bulan
(Sumber: Data Diolah,
2021)
|
No |
Nama Bahan Baku |
Harga |
Kebutuhan |
total perbulan |
total biaya |
|
1 |
Paku |
Rp200.00 |
34 |
3264 |
Rp652,800.00 |
|
2 |
Engsel |
Rp9,000.00 |
2 |
240 |
Rp2,160,000.00 |
|
3 |
Handle Pintu |
Rp2,500.00 |
1 |
120 |
Rp300,000.00 |
|
4 |
Sekrup |
Rp200.00 |
10 |
1200 |
Rp240,000.00 |
|
5 |
Lem |
Rp4,000.00 |
1 |
120 |
Rp480,000.00 |
|
6 |
Amplas |
Rp1,250.00 |
1 |
120 |
Rp150,000.00 |
|
7 |
Pernis |
Rp14,000.00 |
0.4 |
48 |
Rp672,000.00 |
|
Jumlah |
Rp4,654,800.00 |
||||
Berdasarkan 3.2 biaya
bahan baku penolong diatas, terdapat 6
jenis bahan baku penolong. Paku merupakan bahan penolong yang sangat dibutuhkan
karena digunakan unutk menyatukan antar komponen. Harga paku persatuan adalah
Rp200.00, dibutuhkan sebnayak 34 paku dalam sekkali produksi. Selama satu bulan
dibuuthkan sebanyak 3264, sehingga
totalbiaya yang dibutuhkan adalah Rp652,800.00. komponen tambahan selanjutnya
adalah engsel, harga engselini adalah Rp9,000.00, sibutuhkan sebanyak satu
init, dalam satu bulan membutuhkan sebanyak 240 unit, hargay ang harus dibayar
adalah Rp2,160,000.00. Handle pintu merupakan komponen selanjutnya, harga
komponen ini adalah Rp.4,000.00dalamsatu bulan perusahaan membutuhkan sebanyak
120 unit sehingga dana yang dibutuhkan adalah sebesar Rp240,000.00.komponen
selanutnya adalah sekrup, harga sekrup per unit adalah Rp200.00 selama satu
bulan dibutuhkan sebanyak 1200, harganya yaitu adalah Rp240,000.00. Komponen
lainya yaitu adalah lemharga lem adalah Rp5000.00 selama satu bulan dibutuhkan
120 dan total biaya yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp600,000.00.
komponen terakhir adalah amplas harga
perunitnya adalah Rp1,250.00, jumlah yang dibutuhkan perbulanya adalah 120 unit sehingga biaya yang dikeluarkan
adalah Rp150,000.00. bahanpenolong terakhir adalah pernis, untuk satu unit
produk dibutuhkan 400 mlatau 0,4 l cairan pernis, sehingga apabila dihitung
secara totoal 120 produk maka dibutuhkan 48 liter pernis dan membutuhkan biaya
sebesar Rp672,000.00. Untuk mencari
total biaya bahan baku penolong hanya menjumlah total biaya dari setiap setiap
bahan yang, sehingga diperoleh biaya sebesar Rp3,202,800.00. selanjutnya adalah
perhitungan tabel biaya tenaga kerja selama satu bulan. Brikut pengolahan data
tabel 4.3 biaya tenaga kerja selama satu bulan
Tabel 3.3 Biaya Tenaga Terja Selama Satu Bulan
(Sumber: Data Diolah, 2021
|
No |
Jenis Pekerjaan |
Jumlah |
Gaji perbulan |
total biaya |
|
1 |
Pekerjaan 1 |
1 |
Rp2,800,000.00 |
Rp2,800,000.00 |
|
2 |
Pekerjaan 2 |
1 |
Rp2,800,000.00 |
Rp2,800,000.00 |
|
Total |
Rp5,600,000.00 |
|||
Berdasarkan tabel 3.3 biaya tenaga kerja selama satu bulan, perusahaan
hanya mempekerjakan dua orang pekerja dimana sitem pengerjaan adalah saling
berganti. Pekerja 1 memiliki gaji perbulan sebnayak Rp2,800,000.00. Pekerja
kedua juga memiliki gaji yang sama yaitu
Rp2,800,000.00. Sehingga dalam satu bulan perusahaan harus mebayar
sebesar Rp5,600,000.00. selanjutnya adalah pengolahan data tabel 3.4 Biaya
tambahan pabrik selama satu bulan. Brikut merupakan perhitunganya.
Tabel 3.4 Biaya
Tambahan Pabrik Selama Satu Bulan
(Sumber: Data Diolah, 2021)
|
No |
Elemen Biaya |
Biaya Perbulan |
|
1 |
Biaya Listrik |
Rp700,000.00 |
|
2 |
Biaya Air |
Rp80,000.00 |
|
Total |
Rp780,000.00 |
|
Berdasarkan tabel 3,4 Biaya tambahan pabrik selama satu
bulan, terdapat dua elemen biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan setiapbulanya, yaitu biaya listrik
dan biaya air. Biaya listrik yang harus dibayar adalah sebesatr Rp700,000.00.
Biaya air yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp80,000.00. jika dijumlahkan
kedua elemen biaya tersebut maka biaya yang harus dikeluarkan per bulanya adalah Rp780,000.00. Pengolahan data
selanjutnya adalah biaya produksi yang
dapat dilihat pada tabel 3.5 tabel biaya produksi selama satu bulan.
Tabel 3.5 Biaya Produksi Selama Satu
Bulan
(Sumber: Data Diolah, 2021)
|
No |
Jenis Biaya |
Total biaya |
|
1 |
Biaya bahan baku utama |
Rp26,400,000.00 |
|
2 |
Biaya bahan baku penolong |
Rp4,654,800.00 |
|
3 |
Biaya Tenaga Kerja |
Rp5,600,000.00 |
|
4 |
Biaya Tambahan pabrik |
Rp780,000.00 |
|
Total |
Rp37,434,800.00 |
|
Berdasarkan tabel 3.5 biaya produksi selama satu bulan, dapat dilihat bahwa
terdapat dua kolom tabel yaitu kolom tabel jenis biaya dan total biaya. Jenis
biaya yang pertama adalah adalah biaya bahan baku utama,untuk memproduksi sebanyak 120 produk perusahaan harus
mengeluarkan dana sebesar Rp26,400,000.00. biaya yang kedua adalah biaya bahan
baku penolong, besarnya dana yang harus dikeluarkan selama satu bulan yaitu
sebesar Rp3,202,800.00. Biaya yang ketiga yaitu biaya biaya tenaga kerja, dana
yang harus dikeluarkan selama satu bulan adalah Rp5,600,000.00. Dan biaya yang
keempat adalah biaya tambahan pabrik, besarnya dana yang harus dibayar oleh
prusahaan sebesar Rp780,000.00. Tahap Selanjutnya adalah menjumlah seluruh
biaya dari empat elemen biaya tersebut, dan didapatkan sebesar Rp35,982,800.00.
jumlah tersebut merupakan biaya produksi produk sebanyak 120 unit selama satu
bulan.
3.2
Harga Jual
Harga jual adalah harga pokok ditambah dengan besarnya keuntungan yang
diharapkan oleh produsen atau penjual. Umumnya harga jual pada masing-masing
penjual berbeda, namun tetap berpatokan pada harga pasar. Full costing
didefiniskan sebagai metode penetuan harga pokok produksi yang memperhitungkan
semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya
bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead baik yang
berperilaku variabel maupun tetap. Berikut merupakan penentuan harga jual untuk
produk raksepatu multi fungsi, yang dapat dilihat pada tabel 4.6 harga Jual
produk
Tabel 4.6 Harga Jual
Produk
(Sumber: Data Diolah, 2021)
|
Biaya Produksi |
Rp37,434,800.00 |
|
% laba |
10% |
|
Laba yang dinginkan |
Rp3,743,480.00 |
|
total |
Rp41,178,280.00 |
Berdasarkan tabel 4.6 harga jual produk, biaya produknya adalah
Rp35,982,800.00. Besar persentase laba yang diambil adalah sebesar 10%. Laba
yang dinginkan adalah Rp3,598,280.00 dan total harga jual untuk 120 unit produk
tersebut adalah Rp39,581,080.00. unutk mengetahui cara menentukan harganya,
berikut perhitungan.
Biaya Produksi =
(Biaya bahan baku utam + BiayaBahan baku penolong +
Biaya tenaga kerja + Biaya tambahan
pabrik)
= Rp26,400,000.00 + Rp4,654,800.00 + Rp5,600,000.00 +
Rp780,000.00
= Rp37,434,800.00
% Laba = 10%
Laba yang
dinginkan = Biaya produksi x (10%)
= Rp37,434,800.00x
(10%)
=
Rp3,743,480.00
Total = Biaya Produksi +
Laba yang dinginkan
= Rp37,434,800.00
+ Rp3,743,480.00
=
Rp41,178,280.00
Berdasarkan hasil perhitungan
diatas , harga penjualan produk rak sepatu multi fungsi sebanyak 120 unit
adalah Rp41,178,280.00. untuk harga penjualan perunit dapat dilihat perhitungan
dibawah ini.
Harga jual per unit = (( Biaya produksi + Laba yang dinginkan): Jumlah
produksi perbula)
= ((Rp37,434,800.00 + Rp3,743,480.00): 120)
=
343152.3333
=Rp344,000.00
(dibulatkan)
3.3
Modal
Yang dibutuhkan
Dalam
menjalankan prosuksinya perusahaan setiap perusahaan pasti membutuhkan modal
agar kegiatan produksinya dapat berjalan dengan lancar dan tanpa banyak
hambatan. Modal yng dibutuhkan dapat diketahui ditabel 4.7 modal yang dibutuhkan.
Tabel 4.7 Modal Yang Dibutuhkan
(Sumber: Data Diolah, 2021)
|
Komponen Biaya |
Biaya Perbulan |
|
A. Biaya Tetap |
|
|
1. Biaya Bahan Baku Utama |
|
|
Kayu Jati Belanda |
Rp26,400,000.00 |
|
2. Biaya Bahan Baku Penolong |
|
|
Paku |
Rp652,800.00 |
|
Engsel |
Rp2,160,000.00 |
|
Handle Pintu |
Rp300,000.00 |
|
Sekrup |
Rp240,000.00 |
|
Lem |
Rp480,000.00 |
|
Amplas |
Rp150,000.00 |
|
Pernis |
Rp672,000.00 |
|
B.Biaya Variabel |
|
|
3. Biaya TenagaKerja |
Rp5,600,000.00 |
|
4. Biaya Tambahan
pabrik |
|
|
Biaya Listrik |
Rp700,000.00 |
|
Biaya air |
Rp80,000.00 |
|
Total Biaya |
|
|
Biaya tetap |
Rp31,054,800.00 |
|
Biay Variabel |
Rp6,380,000.00 |
|
Jumlah Modal |
Rp37,434,800.00 |
Berdasarkan Tabel 4.7 modal yang dibutuhkan, terdapat dua kolom yaitu yairu
komponen biaya dan biaya perbulan. Untuk mengetahui modal yang dibutuhkan
dilakukan pengolahan data dimana biaya tetap diperoleh dari penjumlahan biaya
bahan baku utama dan bahan baku penolong sehingga diperolah biaya sebesar Rp31,054,800.00.
Untuk menentukan biaya variabel dilakukan penjumlahan biaya tenaga kerja dengan
biaya tambahan pabrik yang meliputi biaya air dan listrik dan diperoleh Rp6,380,000.00.
Dan Modal sendiri diperoleh dari penambahan biaya tetap dan biaya variabel yang
diperoleh sebesar Rp37,434,800.00.
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab ketiga dapat disimpulkan
bahwa biaya produksi yang dibutuhkan untuk membuat produk rak sepatu
multifungsi adalah sebesar Rp37,434,800.00, diman
besar biaya tersebut adalah unutk memproduksi rak sepatu sebanyak 120 selm satu
bulan. Harg jual per unit untuk produk rak sepatu multifungsi adalah
Rp344,000.00.