Pertumbuhan Penduduk
Dan Pengaruh Budaya Barat Di Indonesia
A.
Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan
penduduk biasanya selalu dikaitkan
dengan masalah perekonomian suatu
negara, semakin besar pertumbuhan penduduknya maka semakin besar pula usaha yang harus dilakukan
pemerintah untuk menyediakan fasilitas-fasilitas dan kebutuhan lainya untuk
warga negaranya. Bila pemerintah tidak dapat menyediakan fasilitas-fasilitas
dan kebutuhan lainya maka besar
kemungkinan tingkat kemiskinan negara tersebut alkan meningkat.
1.
Pengertian Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk bisa
diartikan sebagai bertambahnya populasi penduduk suatu negara sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai
perubahan dalam jumlah individu pada sebuah populasi menggunakan “per waktu
unit”.
Pertumbuhan penduduk juga
bisa diartikan sebagai perubahan populasi
penduduk baik penambahan maupun penguranya.
2.
Faktor Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan dapat dilihat
dari faktor-faktor berikut ini:
a)
Kematian (Mortalitas)
Kematian
bersifat mengurangi jumlah penduduk, kematian juga dibedakan menjadi dua
yaitu tingkat kematian kasar dan tingkat
kematian spesifik/khusus.
Angka
kematian dapat dipengruhi oleh faktor penghambat kematian (anti mortalitas) dan faktor pendukung
kematian (pro mortalitas).
1.
Anti Mortalitas
v Lingkungan
hidup sehat.
v Fasilitas
kesehatan tersedia dengan lengkap.
v Ajaran agama
melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
v Tingkat
kesehatan masyarakat tinggi.
v Semakin tinggi
tingkat pendidikan penduduk.
2.
Pro Mortalitas
v Sarana
kesehatan yang kurang memadai.
v Rendahnya
kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.
v Terjadinya
berbagai bencana alam.
v Terjadinya
peperangan.
v Terjadinya kecelakaan
lalu lintas.
v Tindakan bunuh
diri dan pembunuhan.
b)
Kelahiran (Fertilitas).
Jika kematian bersifat
mengurangi jumlah penduduk, maka kelahiran bersifat menambah populasi penduduk
suatu negara.
Berikut ini beberapa
faktor yang mempengaruhi angka kelahiran :
1.
Pro Natalitas (Mendukung Kelahiran).
v Kawin muda
v Pemikiran
bahwa banyak anak banyak rejeki.
v Anak menjadi kebanggaan
orang tua.
2.
Anti Natalitas (Menghambat Kelahiran).
v Progrsm KB
dari pemerintah.
v Ketentuan
batas usia menikah.
v Adanya
penyakit tertentu yang menghalangi untuk memilki anak.
c)
Migrasi.
Migrasi dapat diartikan
sebagai perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain. Migrasi dapat
dibedakan menjadi dua yaitu imigrasi dan emigrasi. Orang yang melakukan
imigrasi disebut imigran.
Contohnya para penduduk
korban perang di timur tengah yang bermigrasi ke negar-negara eropa, sehingga
menyebabkan penduduk negar-negara di eropa mengalami pertumbuhan penduduk.
Pertumbuhan penduduk
memberikan dampak positif dan negatif.
Dampak negatif :
·
Peluang angka pengangguran semakin meningkat.
·
Lahan untuk bertani semakin berkurang.
·
Semakin banyak polusi dari rumah tangga.
·
Sulit menyediakan pangan.
Dampak positif:
·
Mudah mendapatkan pekerja yang murah.
·
Meningkatnya investasi.
·
Meningkatya inovasi.
B. Pengaruh Budaya
Barat Di Indonesia.
Budaya barat masuk ke indonesia diperkirakan ketika indonesia dijajah oleh
negara-negara eropa seperti Belanda, Portugis, dan lain-lain.Budaya barat
sangat mudah masuk ke dalam negara indonesia sehingga banyak dari warga atau
penduduk negara kita lebih suka menggunakan budaya barat daripada budayanya
sendir. Sebenarnya tidak masalah tergantung dari masyarakat kita yang mana
budaya yang baik dan juga budya yang buruk. Lalu mengapa budaya barat bisa
dengan mudahnya masuk ke indonesia ?.
Budaya barat bisa dengan mudah masuknya ke indonesia dapat disebabkan oleh
beberapa faktor:
·
Kurangnya penjagaan dari pemerintah dalam penggunaan
internet.
·
Salah menggunakan teknologi.
·
Era modernisasi yang memungkinkan sulit untuk mencegah
masuknya budaya barat ke Indonesia.
Akibat dari masuknya
budaya barat ke indonesia menyebabkan banyak dari penduduk indonesia sendiri
mulai meninggalkan kebudayaanya sendiri. Lalu bagaimana keadaan kebudayaan
indonesia sekarang ?.
Di zaman sekarang kita
bisa melihat bagaimana pengaruh budaya barat mempengaruhi pikiran anak-anak
inonesia contohnya para remaja yang lebih suka menggunakan pakaian-pakainan
seksi yang dapat mengundang kejahatan.
Dari cntoh diatas dapat
kita simpulkan bagaiman budaya kita mulai diringgalkan oleh anank-anak bangsa
yang lebih memilih budaya barat sebagai pola kehidupan merke sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar